Kepemimpinan Positif dan kemampuan adaptasi adalah soft skill krusial yang dicari oleh industri. SMK 2 LPPM secara efektif Membentuk Sifat Kepemimpinan Positif melalui Program Mentoring Antar-Angkatan yang terstruktur. Program ini memanfaatkan pengalaman dan keberhasilan siswa senior untuk membimbing siswa junior, menciptakan budaya peer support dan transfer ilmu yang berkelanjutan.
Program Mentoring Antar-Angkatan di SMK 2 LPPM tidak hanya berfokus pada bimbingan akademik atau teknis. Inti dari program ini adalah Membentuk Sifat Kepemimpinan Positif dan Tanggung Jawab pada mentor (siswa senior). Ketika siswa kelas XII bertanggung jawab atas kemajuan dan perilaku siswa kelas X, mereka secara alami mengembangkan kemampuan komunikasi, empati, dan resolusi konflik.
Membentuk Sifat Kepemimpinan Positif melalui mentoring dilakukan dengan memberikan tugas-tugas spesifik kepada mentor. Tugas ini meliputi pengawasan praktik bengkel yang aman, membantu siswa junior dalam mengatasi kesulitan teknis, dan menjadi teladan dalam Disiplin dan etika sekolah. Sekolah menekankan bahwa Kepemimpinan Positif adalah melayani dan membimbing, bukan mendominasi.
Untuk memastikan kualitas, SMK 2 LPPM memberikan Pelatihan Mentoring khusus bagi siswa senior. Pelatihan ini mencakup teknik coaching, mendengarkan aktif (active listening), dan menjaga kerahasiaan (confidentiality). Mentor dilatih untuk memberikan umpan balik yang konstruktif (growth mindset) dan membantu siswa junior menemukan solusi mereka sendiri, bukan sekadar memberikan jawaban.
Manfaat bagi siswa junior (mentee) adalah pengurangan kecemasan dan peningkatan motivasi. Mereka merasa memiliki figur yang mudah dijangkau untuk bertanya tentang budaya sekolah, tantangan vokasi, atau bahkan masalah pribadi, yang semuanya berkontribusi pada pencegahan drop out dan peningkatan Kepemimpinan Positif di masa depan.
Secara keseluruhan, SMK 2 LPPM berhasil Membentuk Sifat Kepemimpinan Positif dengan menjadikan Program Mentoring Antar-Angkatan sebagai pilar pendidikan karakter. Program ini menciptakan rantai nilai di mana setiap generasi siswa SMK dilatih untuk menjadi pemimpin, pembimbing, dan teladan yang bertanggung jawab.
