Peringkat Indonesia dalam Programme for International Student Assessment (PISA) yang dirilis oleh OECD seringkali menjadi cerminan penting kualitas pendidikan nasional, khususnya di bidang matematika. Data terbaru menunjukkan bahwa meskipun ada sedikit peningkatan, skor matematika siswa Indonesia masih memerlukan perhatian serius. Untuk itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) telah merumuskan strategi komprehensif guna meningkatkan kualitas matematika di seluruh jenjang pendidikan, dengan target utama meraih peringkat PISA yang lebih baik di masa mendatang.
Pada hari Kamis, 29 Mei 2025, pukul 10.00 WIB, bertempat di Pusat Data dan Informasi Pendidikan (Pusdatin), Jakarta, Mendikdasmen secara resmi meluncurkan “Program Nasional Peningkatan Literasi Numerik”. Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat Mendikdasmen, perwakilan Dinas Pendidikan dari berbagai provinsi, serta tim ahli pendidikan. Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Bapak Dr. Budi Santoso, menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam pembelajaran matematika, dari sekadar berhitung menjadi pemahaman konsep dan kemampuan bernalar.
Strategi yang digulirkan Mendikdasmen untuk meningkatkan kualitas matematika ini mencakup beberapa pilar utama. Pertama, revitalisasi kurikulum matematika yang lebih adaptif dan kontekstual. Kurikulum baru ini akan lebih fokus pada penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari dan pemecahan masalah. Rencananya, uji coba kurikulum ini akan dimulai pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 di 100 sekolah percontohan di seluruh Indonesia. Kedua, peningkatan kompetensi guru matematika melalui program pelatihan berkelanjutan. Pelatihan ini melibatkan modul-modul tentang pedagogi modern, penggunaan teknologi dalam pembelajaran, dan metode asesmen yang lebih komprehensif. Pelatihan gelombang pertama untuk guru-guru sekolah dasar dijadwalkan akan dimulai pada 14 Juli 2025, bertempat di pusat-pusat pelatihan regional.
Selain itu, Mendikdasmen juga mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai alat bantu pembelajaran yang efektif. Platform belajar daring, aplikasi interaktif, dan permainan edukasi matematika akan diintegrasikan dalam proses belajar mengajar. Komitmen untuk meningkatkan kualitas matematika juga terlihat dari alokasi anggaran khusus untuk pengadaan fasilitas penunjang, seperti laboratorium matematika yang modern dan akses internet yang memadai di sekolah-sekolah, yang akan dimulai pada awal tahun anggaran 2026.
Dengan implementasi strategi ini secara konsisten dan kolaborasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, diharapkan Indonesia dapat secara signifikan meningkatkan kualitas matematika siswanya dan mencapai peringkat PISA yang lebih membanggakan di tahun-tahun mendatang. Upaya ini bukan hanya untuk angka PISA, tetapi demi membentuk generasi muda yang kritis, analitis, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
